Cari Blog Ini

Rabu, 15 Desember 2021

Masih diseputaran TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

 Masih diseputaran TAK KENAL MAKA TAK SAYANG


Di Martajasah Bangkalan selain terdapat Makam Guru Bangsa Syaikh dari Para Masyayikh Nusantara yakni Syaikhona Muhammad Kholil Al Bangkalani juga terdapat Makam² Mastur lain nya 


Bila mau berjalan sedikit ke Utara disana ada TPU yang berpagar tembok dimana didalamnya di Makam kan Guru dari Syaikhona Kholil juga Guru dari Syeikh KH. Zaenal Abidin Kwanyar yang bernama Syeikh Abdul Adhzim Al Manduri Bhuju' Agung Mursyid Agung Thariqah An Naqsyabandiyah


Dalam hal ini ada Petuah dari Syaikhona Kholil tentang Afdholiyah Keistimewaan Gurunya ini. Beliau berkata " Siapa yang menziarahi ku tapi tidak menziarahi Guru ku ibarat pergi ke Mekkah tapi tak berziarah ke Madinah ". Makanya hingga saat ini pun saya pribadi bila berziarah ke sana selalu saya awali berziarah ke Gurunya ini terlebih dahulu


Nah selain di Komplek Masjid Agung ini terdapat Makam Syaikhona Kholil juga di Makamkan Dzurriyah Beliau Para Masyayikh Bangkalan seperti KH. Kholilurrahman ( Ra Lilur) KH. Kholil AG KH Fuad Amin Imron juga lain nya


Bergeser ke arah selatan tak jauh dari Masjid Agung Syaikhona Kholil disana ada TPU Martajasah dimana didalamnya terdapat Makam Abah Syaikhona Kholil yaitu KH. Abdul Latif juga ada Makam KH. Asror Bhuju' Langgundhi (kakek KH. Abdul Latif) dan KH. Kaffal (menantu KH. Abdul Latif) berjejer dalam satu barisan


Dan disitu juga tepatnya di sebelah selatan dari pintu masuk terdapat Makam Santri dari Sunan Ampel yang bernama Khalifah Husein Al Yamani Sunan Mertoyoso


Bergeser ke arah timur dari TPU Martajasah ada Bangunan Tembok Kuno serta ada Gapura Paduraksa yang sudah hampir roboh disana ada Makam Raden Bagus Ario Mancanegoro Saudara Angkat dari Jaka Tingkir yang juga dikenal sebagai Ulama Keraton Se Madura di Zaman Cakraningrat I


Lokasi Makam ini semuanya berdekatan dan bisa disowani bila berziarah ke Bangkalan ke Pesarean Syaikhona Kholil Bangkalan


Lahum Al Fatihah


Ibnu Chotib Asmoroqondi


#GenerasiMudaNU

Jumat, 03 Desember 2021

MENYESAL SAAT AJAL DATANG

Setiap manusia akan menyesal saat ajal datang

Dunia adalah kehidupan sementara dan akhirat adalah kehidupan sebenarnya yang kekal abadi.

Bersungguh-sungguh dalam beramal sholih sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Bertaubat dari maksiat sebelum semuanya terlambat.

Sungguh, setiap manusia akan menyesal saat ajal datang.

Orang beriman akan menyesali dan berharap seandainya ia di dunia beramal dengan amalan terbaik sebanyak-banyaknya.

Orang kafir akan menyesali dan berharap seandainya ia di dunia beriman dan beramal sholih walaupun sebesar biji sawi.

Alloh Ta'ala berfirman:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

_"Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."_ *(QS. Al-Fajr: 24)*