PEREMPUAN PERKASA ITU BERNAMA LESTI
Viralnya posisi pedangdut Lesti Kejora yang didepak dari juri Dangdut Academy 5 Indosiar sebenarnya mengundang kepriihatinan. Setelah sebelumnya dilaporkan bahwa ia mencabut aduannya ke Polisi tentang dugaan kasus KDRT yang dilakukan oleh suaminya.
Setidaknya, keprihatinan itu adalah timbul karena beberapa hal berikut ini:
Pertama, Lesti adalah korban. Namun, ia berinisiatif memaafkan terhadap tabiat buruk suaminya. Tentu, keputusan itu tidak muncul begitu saja melainkan dimotivasi oleh kepentingannya bahwa mempertahankan keluarga adalah jauh lebih penting dari segalanya.
Untuk itulah, maka ia dalam posisi sedang mengorbankan perasaannya demi keluarganya tersebut. Dan ini justru sepakat dengan mafhum mukhalafah dari nash, bahwa perkara halal yang paling dibenci oleh Allah adalah perceraian.
Jika perceraian adalah hal yang paling dibenci, maka mengorbankan kepentingan pribadi demi keutuhan rumah tangga adalah hal yang paling dicintai oleh Allah SWT. Mestinya sih begitu, Lestie....
Kedua, Lesti sepenuhnya sadar bahwa manusia itu tidak ada yang tidak bisa berubah. Kiranya, pelajaran berharga sudah diberikannya ke suaminya sampai-sampai hampir berstatus narapidana.
Keputusan mencabut laporan sudah barang tentu tidak sebanding dengan derita masuk rumah sakit yang dialaminya. Namun, dengan keyakinannya ia lebih memilih untuk memaafkan karena dorongan kuat bahwa Billar bisa berubah di kemudian hari sehingga kasus yang dialaminya tidak berdampak pada anak mereka. Bagaimanapun juga, hal yang dilakukannya ini justru pantas untuk menerima ungkapan rasa salud.
Ketiga, keputusan Lesti untuk mencabut laporan dan keputusan untuk kembali bersama dengan suaminya - Rizky Billar - seolah menjadi pendobrak dari kebiasaan para artis yang gemaar tebar pesona dan ujungnya marak kawin cerai.
Tabiat kawin cerai ini sejatinya yang patut untuk dijadikan sorotan oleh publik. Meskipun nikah dan cerainya sah secara syara', namun tidak ada inisiatif dari para artis tersebut untuk mensakralkan bangunan keluarga yang diikat dengan 2 kalimat syahadat yang didaulat sebagai kuncinya surga.
Para artis yang gemar mempermainkan lembaga pernikahan ini sejatinya yang harus diblokir dari lembaga penyiaran publik. Mereka tidak pantas untuk dijadikan tontonan yang suatu ketika dapat berdampak menjadi tuntunan bagi orang awam.
Berdasarkan hal-hal di atas, maka apabila TV Indosiar kog memutuskan lebih memilih mendepak Lesti sebab pencabutan gugatannya ke Polisi, maka langkah Indosiar ini patut disayangkan.
Langkah Indosiar itu justru dapat menjadi MOTIVASI bagi rumah tangga - rumah tangga lainnya, bahwa apabila ada kisruh kecil atau besar dalam rumah tangga, maka langsung diputus saja TAK COCOG dan Thalaq adalah solusinya.
Indosiar seolah mendukung prinsip kawin cerai, asal sah. Indosiar seolah menahbiskan diri selaku mendukung perkara halal yang paling dibenci oleh Allah SWT. Atau, jangan-jangan artis pelaku perzinaan juga lebih dipilihnya, dibanding sosok seperti Lesti Billar, teladan perempuan perkasa - dalam pandangan saya.
Dia itu korban yang lebi.h memilih memaafkan. Sudah semestinya ia mendapat respek penguatan. Bukan malah sebaliknya. Iya, kan Lestie!??

