Cari Blog Ini

Rabu, 15 Desember 2021

Masih diseputaran TAK KENAL MAKA TAK SAYANG

 Masih diseputaran TAK KENAL MAKA TAK SAYANG


Di Martajasah Bangkalan selain terdapat Makam Guru Bangsa Syaikh dari Para Masyayikh Nusantara yakni Syaikhona Muhammad Kholil Al Bangkalani juga terdapat Makam² Mastur lain nya 


Bila mau berjalan sedikit ke Utara disana ada TPU yang berpagar tembok dimana didalamnya di Makam kan Guru dari Syaikhona Kholil juga Guru dari Syeikh KH. Zaenal Abidin Kwanyar yang bernama Syeikh Abdul Adhzim Al Manduri Bhuju' Agung Mursyid Agung Thariqah An Naqsyabandiyah


Dalam hal ini ada Petuah dari Syaikhona Kholil tentang Afdholiyah Keistimewaan Gurunya ini. Beliau berkata " Siapa yang menziarahi ku tapi tidak menziarahi Guru ku ibarat pergi ke Mekkah tapi tak berziarah ke Madinah ". Makanya hingga saat ini pun saya pribadi bila berziarah ke sana selalu saya awali berziarah ke Gurunya ini terlebih dahulu


Nah selain di Komplek Masjid Agung ini terdapat Makam Syaikhona Kholil juga di Makamkan Dzurriyah Beliau Para Masyayikh Bangkalan seperti KH. Kholilurrahman ( Ra Lilur) KH. Kholil AG KH Fuad Amin Imron juga lain nya


Bergeser ke arah selatan tak jauh dari Masjid Agung Syaikhona Kholil disana ada TPU Martajasah dimana didalamnya terdapat Makam Abah Syaikhona Kholil yaitu KH. Abdul Latif juga ada Makam KH. Asror Bhuju' Langgundhi (kakek KH. Abdul Latif) dan KH. Kaffal (menantu KH. Abdul Latif) berjejer dalam satu barisan


Dan disitu juga tepatnya di sebelah selatan dari pintu masuk terdapat Makam Santri dari Sunan Ampel yang bernama Khalifah Husein Al Yamani Sunan Mertoyoso


Bergeser ke arah timur dari TPU Martajasah ada Bangunan Tembok Kuno serta ada Gapura Paduraksa yang sudah hampir roboh disana ada Makam Raden Bagus Ario Mancanegoro Saudara Angkat dari Jaka Tingkir yang juga dikenal sebagai Ulama Keraton Se Madura di Zaman Cakraningrat I


Lokasi Makam ini semuanya berdekatan dan bisa disowani bila berziarah ke Bangkalan ke Pesarean Syaikhona Kholil Bangkalan


Lahum Al Fatihah


Ibnu Chotib Asmoroqondi


#GenerasiMudaNU

Jumat, 03 Desember 2021

MENYESAL SAAT AJAL DATANG

Setiap manusia akan menyesal saat ajal datang

Dunia adalah kehidupan sementara dan akhirat adalah kehidupan sebenarnya yang kekal abadi.

Bersungguh-sungguh dalam beramal sholih sebagai bekal menuju kehidupan akhirat.

Bertaubat dari maksiat sebelum semuanya terlambat.

Sungguh, setiap manusia akan menyesal saat ajal datang.

Orang beriman akan menyesali dan berharap seandainya ia di dunia beramal dengan amalan terbaik sebanyak-banyaknya.

Orang kafir akan menyesali dan berharap seandainya ia di dunia beriman dan beramal sholih walaupun sebesar biji sawi.

Alloh Ta'ala berfirman:

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

_"Dia mengatakan: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini."_ *(QS. Al-Fajr: 24)*

Kamis, 11 November 2021

Karena Kaya Dia Menangis

Karena Kaya Dia Menangis


Dari Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia bercerita,

“Suatu ketika ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu pernah dihidangkan makanan kepadanya, sedangkan ketika itu dia sedang berpuasa.

‘Abdurrahman bin Auf pun kemudian berkata,

“Mush’ab bin ‘Umair telah terbuduh, sedangkan ia adalah orang yang lebih baik dariku. Ia dikafani dengan sebuah selimut yang terbuat dari bulu. Jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Jika kakinya ditutup, maka kepalanya terbuka. Hamzah pun telah terbunuh, sedangkan dia adalah orang yang lebih baik dariku. Kemudian dunia pun dibentangkan bagi kami (diberikan kekayaan yang banyak).”

Atau ia berkata,

“Kami diberikan dunia yang banyak. Dan sungguh kami khawatir kalau-kalau kebaikan kami telas mendapatkan balasan berupa kekayaan ini.”

Kemudian hal itu menjadikannya menangis dan iapun meninggalkan makanan tersebut.”

أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ – رضى الله عنه – أُتِىَ بِطَعَامٍ وَكَانَ صَائِمًا فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، كُفِّنَ فِى بُرْدَةٍ ، إِنْ غُطِّىَ رَأْسُهُ بَدَتْ رِجْلاَهُ ، وَإِنْ غُطِّىَ رِجْلاَهُ بَدَا رَأْسُهُ – وَأُرَاهُ قَالَ – وَقُتِلَ حَمْزَةُ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنَ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ – أَوْ قَالَ أُعْطِينَا مِنَ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا – وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا ، ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِى حَتَّى تَرَكَ الطَّعَامَ


📗 HR. Bukhari

Sabtu, 18 September 2021

REPLIKA VIRUS & PROSESNYA

 [18/9 16:38] +62 888-0166-8274: *Apa Itu Replikasi Virus dan Bagaimana Prosesnya?* 



©➱Masamar Channel

Sep 18- 2021 • 6 min read


Konsep Pelajaran SMA Kelas 10 Biologi 


 *Replikasi Virus* 

═════════ ❃ ═════════


Pada artikel ini, kamu akan belajar tentang replikasi virus dan mengetahui seperti apa tahapan-tahapan yang terjadi pada proses replikasi virus.


Di tengah kondisi pandemi COVID-19 yang masih mengganas ini, informasi seputar virus sepertinya masih akan terus menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Nah, materi yang akan kita bahas kali ini pun juga tentang virus, lho! Tepatnya yaitu tentang replikasi virus. Apa sih, replikasi virus itu?


Replikasi virus adalah proses pembentukan dan perbanyakan komponen-komponen virus. Replikasi virus ini hanya bisa dilakukan oleh virus di dalam sel inang karena virus adalah partikel aseluler atau bukan sel.


Artinya, virus tidak punya struktur metabolisme seperti yang dimiliki sel untuk membuat komponen tubuh virus, yaitu materi genetik dan selubung protein (kapsid). 


Sel inang merupakan sel hidup yang ditumpangi virus. Sel inang dapat berupa organisme uniseluler (bersel tunggal) seperti bakteri dan protozoa, maupun multiseluler (bersel banyak) seperti jamur, tumbuhan, hewan, hingga manusia.


====================


⎙ 𝑠𝑢𝑚𝑏𝑒𝑟 ➳𝑟𝑢𝑎𝑛𝑔𝑔𝑢𝑟𝑢

[18/9 23:38] +62 87729267924: Nah, replikasi virus yang umum dipelajari adalah pada bakteriofag yang bisa terjadi melalui siklus litik atau siklus lisogenik. Apa perbedaannya? Yuk, kita bahas satu per satu!

[18/9 23:38] +62 87729267924: 𝐒𝐢𝐤𝐥𝐮𝐬 𝐥𝐢𝐭𝐢𝐤


Siklus litik merupakan cara replikasi virus yang melibatkan proses penghancuran sel inang di akhir proses replikasi, sehingga sel inang akan pecah (lisis) dan mati.


Siklus litik yang umum dipelajari adalah siklus litik pada bakteriofag T4, di mana terdiri atas lima tahap, yaitu tahap adsorpsi, tahap penetrasi, tahap sintesis, tahap perakitan, dan tahap lisis

[18/9 23:38] +62 87729267924 Secara umum virus itu punya inang yang spesifik. Contohnya yaitu bakteriofag yang hanya menginfeksi bakteri E. coli dan TMV yang hanya menginfeksi tembakau. 


Namun, ada juga beberapa jenis virus yang memiliki inang bervariasi. Contohnya yaitu virus flu burung yang menginfeksi bangsa aves dan manusia. Selain itu, ada juga rabies yang menginfeksi mamalia seperti kucing, anjing, dan manusia.


Meskipun demikian, virus tumbuhan tidak akan menginfeksi hewan, atau sebaliknya. Begitu pula virus penginfeksi bakteri, tidak akan menginfeksi tumbuhan maupun hewan.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐚𝐝𝐬𝐨𝐫𝐩𝐬𝐢


Tahap adsorpsi merupakan tahap menempelnya virus pada sel inang. Adsorpsi terjadi karena virus (dalam hal ini yaitu bakteriofag) memiliki serabut ekor yang akan menempel pada bagian reseptor spesifik sel inang. Reseptor merupakan molekul khusus pada membran sel inang yang dapat dikenali  oleh virus.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐧𝐞𝐧𝐭𝐫𝐚𝐬𝐢


Pada tahap penetrasi, selubung ekor berkontraksi sehingga jarum penusuk di bagian ujungnya membentuk lubang yang menembus dinding sel dan membran sel bakteri. Selanjutnya, bakteriofag menginjeksikan materi genetiknya ke dalam sel bakteri.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐬𝐢𝐧𝐭𝐞𝐬𝐢𝐬


Tahap sintesis atau eklifase merupakan tahapan pembentukan komponen virus yaitu materi genetik dan protein. Tahap ini diawali dengan pembentukan protein atau enzim yang akan menghancurkan DNA sel bakteri, serta enzim yang digunakan untuk menggandakan DNA virus. Setelah DNA virus digandakan, selanjutnya dibentuk protein-protein penyusun kapsid, rakitan ekor serta lisozim (enzim yang dibutuhkan di tahap lisis).

[18/9 23:39] +62 87729267924𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐩𝐞𝐫𝐚𝐤𝐢𝐭𝐚𝐧


Pada tahap ini terjadi perakitan partikel virus baru dari komponen-komponen yang dibuat di tahap sintesis. Kapsid, materi genetik, dan bagian ekor akan dirakit menjadi partikel bakteriofag T4 utuh.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐥𝐢𝐬𝐢𝐬


Tahap ini merupakan tahap pecahnya sel inang. Bakteriofag akan menggunakan lisozim pada bagian ekornya untuk  merusak dinding sel bakteri, sehingga menjadi lemah dan berlubang. Dinding sel bakteri yang lemah dan berlubang akan menyebabkan cairan dari luar sel bakteri masuk ke dalam sel, sehingga sel bakteri menggembung, pecah dan mati.


Setelah sel bakteri pecah atau lisis, partikel bakteriofag baru akan keluar dan menginfeksi sel bakteri lain untuk kembali melakukan replikasi. Biasanya, dalam satu kali siklus litik, bakteriofag T4 memerlukan waktu kurang lebih 20 sampai 30 menit, dan akan dihasilkan 100-200 partikel virus baru yang siap menginfeksi sel inang baru.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐒𝐢𝐤𝐥𝐮𝐬 𝐥𝐢𝐬𝐨𝐠𝐞𝐧𝐢𝐤


Siklus lisogenik merupakan mekanisme replikasi virus melalui penyisipan materi genetik virus pada materi genetik inang. Jadi siklus lisogenik  tidak melibatkan proses penghancuran/kematian sel inang. 


Pada siklus ini, DNA dari virus akan bergabung dengan DNA sel bakteri membentuk profag. Kemudian saat sel bakteri yang mengandung profag membelah diri untuk bereproduksi, profag juga ikut digandakan, sehingga secara tidak langsung terjadi perbanyakan materi genetik virus.


Contoh virus yang melakukan siklus lisogenik diantaranya adalah bakteriofag lambda atau fag lambda (fag λ).  Fag λ memiliki bentuk yang serupa dengan bakteriofag T4, namun serabut ekor fag  lebih pendek.

[18/9 23:39] +62 87729267924: Replikasi virus secara lisogenik terdiri atas tahap adsorpsi, tahap penetrasi, tahap integrasi, dan tahap multiplikasi sel inang.


Tahap adsorpsi dan penetrasi mekanismenya sama dengan yang terjadi pada siklus litik. Sedangkan untuk tahap integrasi dan multiplikasi sel inang akan dibahas pada penjelasan berikut.

[18/9 23:39] +62 87729267924: 𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐢𝐧𝐭𝐞𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢


Tahap integrasi disebut juga sebagai tahap penggabungan. Setelah melalui tahap penetrasi, DNA virus yang telah diinjeksikan ke dalam sel bakteri, akan diintegrasikan atau digabungkan pada bagian tertentu dari materi genetik sel bakteri sehingga terbentuk  profag (prophage). 


Selama dalam kondisi profag, materi genetik virus akan dipertahankan dorman atau diam serta tidak akan diterjemahkan sehingga sel inang tidak akan sadar kalau materi genetiknya telah disisipi materi genetik virus.


𝐓𝐚𝐡𝐚𝐩 𝐦𝐮𝐥𝐭𝐢𝐩𝐥𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐬𝐞𝐥 𝐢𝐧𝐚𝐧𝐠


Selanjutnya, yaitu tahap multiplikasi sel bakteri melalui pembelahan sel. Jadi, sel bakteri akan menggandakan materi genetiknya melalui pembelahan sel. Hal ini menguntungkan bagi virus, sebab dengan proses ini materi genetik virus akan ikut tergandakan. Akibatnya, setiap sel anak yang dihasilkan dari pembelahan bakteri, juga mengandung profag, atau dengan kata lain terinfeksi juga oleh virus fag .


Dalam kondisi tertentu, sel inang yang mengandung profag ini dapat melemah akibat berbagai faktor. Contohnya saat sel bakteri terpapar sinar UV, maka virus fag λ akan terlepas dari materi genetik bakteri dan akan memasuki siklus litik yang menyebabkan lisis pada sel bakteri.

[18/9 16:39] +62 87729267924

Nah, itu tadi materi tentang replikasi virus beserta penjelasan tahapan-tahapan prosesnya. Sudah paham, kan?...

Jumat, 30 Juli 2021

BEDANYA SANTRI DULU & SANTRI SEKARANG

 ・・・


Oleh KH.A FUAD NOERHASAN

PENGASUH PP SIDOGIRI.







Santri dulu sangat sederhana dalam mencari ilmu. Hanya cukup ngaji langgaran (Surau, red). Tidak seperti sekarang, ada yang sekolah, jam belajar dan musyawarah. Hanya saja, santri dulu kemauan mendapat barakahnya sangat besar.


Saya masih nututi ketika Kiai Cholil (KH. Cholil Nawawie, red.) mengimami di masjid, ketika beliau mau masuk ke masjid, santri rebutan untuk membalik sandal beliau. Dulu, terhadap guru sangat takdim, sampai-sampai dalam masalah nyapu, santri dulu selalu rebutan. Bahkan ada yang sampai menyembunyikan sapunya. Takut ada yang mendahului.


Seandainya santri sekarang seperti santri dulu, ditambah ada gerak batin dan sekolah, maka akan lebih hebat dari santri dulu. Santri sekarang itu kurang tirakat, tidak terlalu merasakan barakah. Dulu, syubhat saja tidak mau, apalagi haram. Kalau sekarang, jangankan syubhat, haram saja dimakan. Walaupun ngajinya hanya Sullam Safînah di pondok, tapi ketika pulang bisa ngajar Fathul-Wahhâb. Salah satu caranya dengan takdim pada ilmu. Santri dulu itu sangat mengagungkan ilmu. Kalau muthalaah harus wudlu dulu, walau hanya untuk pegang kitab. Mereka tidak mau ngaji tanpa punya wudlu.


Dulu, ketika Sidogiri mau membuka madrasah, masih terjadi perdebatan. Kiai Abdul Adzim sangat tidak setuju dengan madrasah. Yang ditakuti beliau adalah, nanti kalau menulis lafadz basmalah di papan tulis, lalu dihapus, bagaimana remah-remah kapur tulis yang berjatuhan itu? Takut kena injak. Hawatir remah-remah kapur itu bekas menulis lafadz basmalah.


Beliau, bahkan sampai keliling ke madrasah, sambil membawa kardus. Kalau ada kertas bertulis Arab, dipunguti, ditaruh ke kotak lalu dibakar. Sekarang banyak kertas yang bertuliskan lafadz Allah, malah tidak diindahkan. Diinjak-injak. Makanya dulu Kiai Abdul Adzim sangat berat membuka madrasah.


Coba niru santri dulu kalau ingin dapat ilmu berkah.  Santri sekarang ini kurang takdim pada ilmu.  Misalnya, tidak memegang kitab kalau tidak punya wudlu, sekalipun itu bukan al-Quran, padahal itu salah satu yang membuat ilmu barakah.  


Menaruh kitab di tempat yang tinggi, itu juga termasuk mengangungkan ilmu.  Jangan sampai kitab sejajar dengan kaki.  Kalau membawa kitab itu, kíra-kira harus berada di atas pusar.  Yang ada, kadang di atas kitab malah ditaruhi songkok.  Kalau begitu bagaimana mau mendapat ilmu.  berkah.  


Santri dulu tidak berani menghadapi sesuatu di atas kitab.  Kurang takdim pada kitab, ilmu, guru, itu yang menyebabkan ilmu tidak berkah.  Bagaiman cerita Syaikhona Cholil Bangkalan dulu ketika mengaji ke Sidogíri.  Beliau tidak berani diam di Sidogiri, takut cangkolang (kürang sopan, red.) pada guru.  Ngajinya ke Sidogiri, tapi diam di Winongan.  Padahal dari sini ke Winongan itu sekitar 17 kilo.  Itu ditempuh dengan berjalan kaki.  Berangkat baca Yasin, sampai di Sidogiri hatam Yasin 41 kali.  Pulangnya demikian juga, baca Yasin sampai 41 kali.  Bagaimana tidak mendapat ilmu manfaat dan berkah jika demikian.  


Sekarang, muthalaah kadang kitabnya diileri dan dibuat bantal.  Sulit dapat ilmu berkah kalau begitu.  Takdimlah pada kitab.  Tidak berani duduk di atas bangku.  Karena menjadi tempat kitab, walaupun tidak ada kitabnya.  Tapi kalau waktu sekolah, kan, jadi tempat kitab.  Itu juga termasuk takdim ke ilmu.  Kalau takdim ke ilmu, insyaAllah ilmunya barokah.  


Bagaimana caranya agar santri sekarang itu takdim pada ilmu.  Termasuk kalau mau belajar dan pegang kitab, harus punya wudlu.  al-muhâfadhah alal-qadîmush-shålih, wal-akhdzu bil-jadidil-ashlah.  Tetap mempertahankan cara lama yang baik dan menambah cara baru yang lebih baik.


#santri #santrisalafi #santrikeren #santriputra #santriputri #santrihits #yukngaji #ngajiyuk #ngajibareng #kitab #kitabkuning #salaf #manhajsalaf #ilmu #belajar #belajarngaji #santrinusantara🌍 #santriindonesia #sandangansantristore

Kamis, 29 Juli 2021

Mengenang Gus Im

 *Mengenang Gus Im*

Oleh savic ali


Publik sangat mengenal Gus Dur, tapi sangat sedikit yang mengenal Gus Im. Padahal kakak-adik putra founding father dan tokoh NU KH Wahid Hasyim bin Hasyim Asy’ari tersebut ibarat satu keping mata uang di sisi yang berbeda. Dalam bahasa Gus Im sendiri, mereka adalah Ikarus kembar.


Lahir di Jakarta 30 Oktober 1953, enam bulan pasca ayahnya meninggal dalam kecelakaan mobil yang ia yakini sebagai operasi intelijen, Gus Im yang bernama lengkap Hasyim Wahid adalah sosok yang misterius. Ia sulit ditemui tapi datang sendiri saat waktunya tiba. Ia menyukai buku-buku tapi juga menggilai keris dan senjata. Ia jago aljabar dan matematika tapi juga menggeluti dunia klenik dan metafisika. Ia sangat rasional dalam sebuah kesempatan tapi bisa konspiratif dalam kesempatan yang berbeda. “Iim adalah adikku yang paling susah dimengerti,” kata Gus Dur suatu kali.


Meski besar sebagai anak Menteng dengan ayah mantan menteri dan kakek Rais Aam NU, Gus Im hobi keluyuran ke tempat-tempat kaum underdog. Sejak SMP ia sering bermain ke Pasar Jatinegara, sebuah kebiasaan yang ia lakukan hingga masa tuanya. Ia berteman dengan para penjual batu akik serta preman-preman yang ada di sana. Ia selalu berpikir dan bekerja agar dunia lebih terang tapi sangat menyukai–dan menertawakan–kisah-kisah kriminal yang gelap. Ia menyukai novel-novel John le Carre dan “Darkness is my ally” adalah salah satu kutipan yang sering ia tirukan, berasal dari film Zatoichi: The Blind Swordsman.


Ia akrab dengan buku tetapi juga hobi mengutak-utik sesuatu. Tak puas dengan karombol yang dibeli kakaknya, ia membuat karombol sendiri yang lebih baik kualitasnya. Craftsmanship adalah salah satu hobi dan keahliannya, yang masih terlihat hingga masa tuanya lewat aktivitas membuat keris atau merestorasi pistol tua. 


Seperti Gus Dur, Gus Im dikenal cerdas oleh teman-teman dan saudaranya. “Ia bisa memecahkan soal aljabar dengan rumusnya sendiri,” kata Amanda Damayanti, teman SMA-nya. Saat teman-teman SMP-SMA-nya asyik dengan bacaan remaja ia sudah berkutat dengan memoar Gandhi dan puisi-puisi Pablo Neruda. Namun ia tidak pernah menyelesaikan kuliahnya. Ia pernah masuk jurusan Teknik Kimia ITB serta jurusan Psikologi dan Ekonomi UI, tapi tiga-tiganya hanya dijalaninya sebentar saja. Tiap ditanya kenapa ia hanya menjawab pendek, “Enggak cocok aja.”


Sebagai orang yang dua puluh tahun lebih mengenalnya dan juga sebagai orang yang tidak berbakat kuliah, aku bisa memahaminya. Gus Im adalah seorang defian, outlier, ikonoklas, subversif. Ia pintar sekaligus punya mental pembangkang. Dalam sebuah puisinya ia menyebut diri sebagai “penganggur terselubung dan pembangkang terbuka.” Ia tak bisa dikungkung dan dibatasi oleh kotak-kotak sosial atau spesialisasi pengetahuan yang diciptakan oleh tradisi modern. 


Seperti Gus Dur, ia juga penikmat musik di atas rata-rata. Jika Gus Dur lebih menyukai genre klasik—baru kemudian blues, Gus Im lebih menyukai rock & blues—baru kemudian klasik. Ia menggilai Jimi Hendrix setinggi langit dan tergila-gila dengan lirik “Permisi, biarkan aku mencium langit” dalam Purple Haze. Di rumahnya terpampang foto besar Jimi Hendrix dengan gitarnya.


Gus Im mengagumi para musisi generasi flower generation seperti Jimi Hendrix, Janis Joplin, Bob Dylan dan Led Zeppelin karena mewakili semangat perlawanan zaman–selain lirik-liriknya, tetapi juga penikmat sejati musik metal yang belakangan seperti Guns n Roses dan Metallica. Dalam sebuah kesempatan bersama Saleh Isre kami diajak menonton Metallica Night di sebuah klub dan ia asyik bernyanyi sambil berdiri dan menyalakan korek api. Sebelum Youtube–apalagi Spotify–mengemuka dan covering musik bisa dinikmati sedemikian mudahnya, ia sudah mengoleksi seratus lebih versi Knockin on Heaven’s Door yang dinyanyikan secara berbeda. Tentu saja ilegal, dari dunia darkweb yang sering ia telusuri.


Aku beruntung termasuk orang yang sering dibagi kopian koleksinya. Aku menonton DVD konser No Quarter Jimmy Page dan Robert Plant darinya. Aku mengenal gitaris jazz fusion John McLaughlin juga dari Gus Im. Belum lagi lagu-lagu Metallica yang aku juga menyukainya. Ia memang royal dalam soal berbagi musik, film atau buku kepada teman-temannya. Ia pernah membeli buku—terutama Bahasa Inggris—hingga ratusan juta dan sebagian dibagikan ke teman-temannya. Aku masih ingat terakhir kali diberi buku Oligarki karya Jeffrey Winters.


Sudah sejak muda Gus Im menaruh perhatian besar terhadap negara-bangsa Indonesia yang kemerdekaannya ikut diperjuangkan oleh ayah dan kakeknya. Tak satu kesempatan pun pertemuan kami yang luput membicarakan Indonesia. Ia akrab dengan anak-anak muda angkatan 80-an dan 90-an yang aktif dalam gerakan pro-demokrasi di era Orde Baru. Banyak kawan yang pernah terlibat diskusi dengannya. Ia banyak hadir di forum-forum dan komunitas aktivis mahasiswa. Ia sering muncul di YLBHI atau PIPHAM, dua markas yang sering dijadikan tempat berkumpul aktivis-aktivis penentang Orba, selain nongkrong di LKKNU, tempat nongkrongnya aktivitis muda NU. Namun tidak seperti Gus Dur yang kehadirannya selalu mengundang tatapan mata, kehadiran Gus Im sering tak menarik perhatian.


Ia tidak suka tampil dan memilih “berdiri di belakang” serta fokus dengan orang-orang yang ia anggap bisa diajak bergerak bersama. Seperti talent scout sepakbola ia mendekati aktivis-aktivis yang ia anggap satu frekuensi dan bisa memainkan peran dalam gerakan yang ia bayangkan. Tidak seperti leader yang tampil dan memimpin di depan, ia lebih seperti guru yang tut wuri handayani dan kawan yang ing madya mbangun karso. Ia adalah kawan, kakak dan guru bagi banyak aktivis pergerakan angkatan 80-an dan 90-an. Ia akrab dengan aktivis-aktivis Front Aksi Mahasiswa Indonesia (FAMI) yang ditangkap dan dipenjarakan Orba karena menuntut Presiden Soeharto mundur 1993, dan ia ada di tengah-tengah massa saat terjadi demo menentang penyerangan kantor PDIP 27 Juli 1996.


Pengetahuannya tentang geopolitik yang luas menjadi sumbangan penting bagi perspektif internasional kami semua. Dan semua disampaikan tidak dalam cara yang menggurui dan superior, melainkan dalam mode brainstorming dan diskusi dialektik yang sangat egaliter. Dalam soal metode, Gus Im bisa dibilang seorang sokratik, yang alih-alih menyampaikan gagasan lewat presentasi panjang ia memilih pendekatan brainstorming dan dialog mendalam lewat beragam pertanyaan.


Karena lebih banyak menyampaikan gagasan lewat dialog langsung yang tidak direkam, maka pengetahuan dan pandangan-pandangannya hanya dinikmati oleh mereka yang mengenalnya secara langsung. Satu-satunya buku yang boleh dibilang mencerminkan pandangannya terkait geopolitik adalah buku kecil berjudul Telikungan Kapitalisme Global yang ditebitkan oleh LKiS tahun 1999, yang menurutnya perlu diupdate sesuai perkembangan terkini. Saat muda ia—bersama Gus Dur—juga menerjemahkan karya Sayd Hussein Nasr, Islam: Dalam Cita dan Fakta. Jika Gus Dur banyak terpengaruh oleh JM. Romein dalam melihat trajectory sejarah Gus Im cara pandangnya lebih banyak dipengaruhi Immanuel Wallerstein. Ia membaca seluruh buku Wallerstein tentang modern world-system dengan sangat teliti, dan Gus Im memang pembaca buku yg tekun dan teliti. Ia bisa begadang sampai jam 2 karena membaca buku—bahkan saat tubuhnya mulai melemah karena sakit yang ia derita.


Kecuali keterlibatan dalam penerjemahan karya Hussein Nasr, Gus Im memang tidak banyak berbicara tentang keislaman seperti Gus Dur, dan hidupnya tidak bisa dibilang islami dalam arti konvensional. Namun seperti Gus Dur, pandangan hidupnya banyak dipengaruhi tradisi Qur’ani. Ia banyak memaknai dunia lewat insight-insight yang dikemukakan ayat-ayat Qur’an. Ia mencintai para sufi, dan sempat menuliskan puisi untuk Al-Hallaj, sufi yang dihukum mati karena keyakinannya dianggap sesat. 


Ia menyukai dan mengagumi orang-orang yang berani melawan dan mengambil jalan berbeda. Hidup yang ia pilih–dan juga Gus Dur tempuh–pada dasarnya mewakili semangat itu: perlawanan terhadap rezim yang dominan, baik rezim politik, ekonomi, sosial maupun pemikiran. Meski harus ia akui ia sering kalah dalam pertarungan itu. Dalam puisinya Interogasi 1982 ia bercerita bagaimana ia ditangkap dan diinterogasi tentara Orba. Ia juga sering bercerita bagaimana bisnisnya selalu dibunuh oleh kroni Cendana saat belum berbunga. Dan yang paling tragis saat ia menyaksikan kakak yang dikasihinya—meski sering bikin ia jengkel, Abdurrahman Wahid, dijatuhkan dari kursi kepresiden dengan tuduhan yang menyakitkan: terlibat korupsi.


Dari semua perjalanan hidupnya, juga tafsir atas perjalanan ayahnya (meninggal kecelakaan) dan ibundanya (sakit panjang juga akibat kecelakaan), ia sering memaknai dirinya sebagai representasi kekuatan yang berusaha melawan tapi harus diakui berakhir dengan kekalahan. Meski tidak pernah mengutip kalimat “Kita sudah melawan, Nak, Nyo, sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya." yang diucapkan Nyai Ontosoroh dalam novel Pramoedya Bumi Manusia, tetapi aku sangat merasakan nada itu dalam banyak ceritanya. Puisi Tentang Sisyphus dan Ikarus Kembar adalah gambaran Gus Im terkait dirinya dan Gus Dur, yang selalu berusaha berjuang tapi harus dengan pahit menyaksikan apa yang diperjuangkannya selalu menggelinding lagi ke bawah dan menyadari kenyataan yang harus dihadapi bahwa jika mereka terbang terlalu tinggi maka lilin yang mengikat sayap-sayap mereka akan meleleh dan mereka pun jatuh ke bumi.


Ada terlalu banyak hal yang bisa diceritakan–dan juga tak bisa diceritakan, tapi Gus Im sosok eksentrik yang sulit dicari padanannya di kalangan nahdliyin. Ia seorang Gus tapi dengan lantang menyebut dirinya korak (preman). Tapi di luar penampilannya yang urakan dan gaya komunikasinya yang tak jarang memang seperti preman, Gus Im menyimpan kelembutan dan hatinya selalu untuk mereka yang disingkirkan dan dikorbankan. Buku kumpulan puisinya, Bunglon, sarat kritik sosial dan solidaritas atas orang-orang tertindas serta orang-orang yang bangkit melawan. Ia tidak suka tirani dan hegemoni. Hidupnya praktis dihabiskan untuk menentang tirani (Orde Baru) dan hegemoni (Amerika), bahkan olah spiritual dan kegiatan metafisiknya diarahkan ke sana. Melebihi Gus Dur, ia bisa berminggu-minggu menjelajahi makam-makam atau tempat keramat di Jawa, untuk berdzikir atau menebar rajah, demi keruntuhan Orde Baru atau keselamatan Indonesia. Salah satu kamar rumahnya dipenuhi beragam keris dan serakan kertas bertuliskan doa-doa dan rajah dalam bahasa Arab. Tidak masuk akal sepertinya, tapi di situlah keunikan Gus Im. Ia tak ubahnya manusia multi-dimensional, yang tak mudah diidentifikasi dalam ragam identitas yang kita kenal.


Sabtu, 1 Agustus 2020, Gus Im telah pergi meninggalkan kita. Ia menyusul kakak yang sekaligus ia anggap sebagai ayahnya, Abdurrahman Wahid. Bukan hanya kaum nahdliyin yang kehilangan, tetapi juga komunitas pergerakan. Hari ini adalah haul pertama atas kematiannya, mari sejenak mendoakan arwahnya. Alfatihah! 


Bibarakati ummul Quran lahumul FAaTiHAH 🙏🤲

#CnP

Selasa, 27 Juli 2021

TENGKA MASALAH COVID- 19 EMADUREH


 TENGKA


Aponapa covid e Madura kadinto cepet nular? Bannyak alasan tor pamanggi. Coma den kaule bhedi abahas secara khusus soal tengka, se kadimma tengka kadinto daddi wasilah penyebaran covid jugen. E bekto tengka, oreng akompol dalem jumlah se bannyak. Kadinto se esambat "kerumunan". Karena virus kadinto nular lebat lobang lesan, elong, tor mata, dalem arte lebat papanggiyen se semma' (close contact) maka e dalem tengka sadejana ampon cokop syarat kaaangguy daddhi panularanna virus. Ponapana pole e tengka kalebat rang-rang oreng taat prokes misal epon amaskerran, ngangguy "hand sanitizer" ben tada' jara'.


Matada' tengka tak mungkin ben ta' masok akal kaangguy reng madhura. Asabab tengka ampon daddi tradisi se menghubungkan antara settong oreng ben oreng laenna. Manabi ta' entar misal epon ka pernikahan otabe ka kifayah kadinto oreng se ta' entar apangrasa sala, maske alasan epon kaangguy ta' entar cokop syarat e musim pandemi kadinto. Kadinto se istilah madura tako' andi' "otang tengka. Ponapa pole sanksi sosial ka oreng se ta' entar cokop berra' karana eanggep ta' pabele (ta' nagnggep famili), ta' pelak (gate), akaton odi'a kadhibi'. Tor kadang  sampe kadiye bhede ancaman, " senga' bile mate, etengguwa kabadaanna". 


Den kaule andi' keyakinan tengka kadinto mangken ampon daddi wasilah penyebaran covid. Angka oreng se adinggal ampon tak wajar. Sadeje oreng se adinggal tanto banni covid sadeje, coma dari ciri-ciri epon bannyak jugen se adinggal asabab ecapo' covid. Toa ngude bannyak se sessek nafas epon. 


E Madura manabi bhede oreng sake' se nyapot jugen bannyak. Kadinto bagus. Coma e bakto kadiye mangken sulit nebbak ponapa se sake' ecapo' covid ponapa bunten. Manabi covid tanto kadinto bisa daddi wasilah penularan jugen. Saenggana oreng se nyapot bisa bai ecapo' tolare. Ben e disa tertentu bhede oreng se nyapot reng sake' olle berampa are sake' demam, sessek nafas epon (tapegga) ben daddi adinggalla. 


Den kaule ta' gaduan pamanggi, kadhiponapa jalan keluar malle tengka ta' daddi wasilah penyebaran covid. Kadiye pamator gellak tengka kadinto ampon daddi adat, settong lalampan se cokop kowat se ta' gampang eoba.  


Tape manabi noro' lalampan reng Madhura, bhede jugen se kasedaan (kapateyan) tak narema acara. Mungkin kadinto bisa eterrabegi e saat pandemi kadinto, maske kadiye kaator ta' gampang. Manabi tahlilan tetep kodu laksanaagi, coma kalaben prokes. Tape ta' mungkin shahibul musibah nyoon ka oreng se atahlil ngangguy masker. Sabagian reng Madhura kadinto ngambulan, manabi epakon ngagguy masker, bisa saos bannyak se ta' atahlil. Daddi kadinto lakar abali ka kesadaran bi' dhibi'. 


Manabi pernikahan mungkin se sae e tunda dhimin. Manabi tettep elaksanaagi, undangan epon tak manabi bannyak. Cokop anggota keluarga saos ben tatangga. Soal salamedan (resepsi) epon bisa etunda lastarena kabadaan ampon sae. 


Den kaule lakar "buru budu". Gi' ta' manggi pamanggi se sae kahiponapa ajalanani tengka e musim pandemi kadinto. Mungkin bhede pamanggi dari penjenengan. Ngireng ....


KIAI AHMAD DARDIRI ZUBAIRI

Wakil Ketua PCNU Sumenep


#GenerasiMudaNUMadura

#GenerasiMudaNU

Senin, 26 Juli 2021

KH. HASYIM ASY'ARI


 MENGENANG WAFATNYA MUASSIS NU HADRATUSYAIKH KH. HASYIM ASY’ARI YG WAFAT PADA TGL 25 JULI 1947.


Hadratusyaikh yang artinya “Maha Guru” menjadi gelar yg diberikan khususnya untuk orang yang benar-benar pantas mendapatkannya.Gelar ini berarti satu tingkat di atas gelar Syeikh


Gelar hadratussyekh tersebut disandang beliau sejak dari Mekkah. Karena selain KH.Hasyim Asyari selain menguasai berbagai disiplin keilmuan Islam secara mendalam, juga hafal kitab-kitab babon hadits dari Kutubus Sittah yang meliputi Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Bukhori Muslim, Sunan Abu Dawud, Turmudzi, Nasa’i, Ibnu Majah.


Dalam hal bermadzhab, beliau memandang sebagai masalah yang fundamental, guna memahami maksud sebenarnya yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits.Sebab tanpa mempelajari berbagai pendapat dari kalangan ulama-ulama besar khususnya Empat Imam Madzhab, yaitu Maliki, Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali, maka hanya akan menghasilkan pemutarbalikan pengertian dari ajaran Islam itu sendiri.


Hadratussyekh wafat dgn warisan jasa yang luar biasa besar. Kelak amal jariyah perjuangan yang belum ia tuntaskan itu berlanjut dengan pergerakan nasional di mana-mana. Para kiai dan kader mudanya tidak surut memperjuangkan kemerdekaan tanah air yang amat mereka cintai. Dalam semangat Islam,mereka berkorban untuk Bumi Pertiwi.


KH.Hasyim Asy’ari wafat, tapi tetap mewariskan darah juang kepada putra-putranya, yaitu KH. Wahid Hasyim, salah seorang perumus Pancasila dan Menteri Agama RI tiga kali. KH.Choliq Hasyim menjadi Daidanco (Komandan Batalyon Pembela Tanah Air, PETA,) KH.Yusuf Hasyim aktif di Laskar Hizbullah sebagai Komandan Kompi II. Salah seorang cucunya menjadi pejuang kemanusiaan dan demokrasi terdepan serta Presiden Indonesia, KH.Abdurahman Wahid.

Dan kita sebagai santri dan penerus perjuangan beliau, sudah sepatutnya untuk menjaga, mengamalkan dan menyebarkan seluruh nilai, ajaran dan keteladanan KH. Hasyim Ay’ari.


SEMOGA ALLAH MENEMPATKAN KEDUDUKAN MULIA KPD BELIAU.

ALFATIHAH.....


Repost @ PR NU PANCOR


#Hadrotusyaikh #MbahHasyim

Kamis, 08 Juli 2021

Berkurban Itu Butuh Kesabaran




Sahabat, ternyata kesabaran itu tidak hanya dibutuhkan ketika seseorang terkena musibah. Dalam beramal sholeh juga ternyata kita butuh yang namanya kesabaran.

Seperti ibadah kurban misalnya, ini adalah ibadah yang berat dirasakan hati, walaupun beratnya ibadah kurban tidak dirasakan oleh badan.

Rasa berat itu karena kita harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli hewan kurban. Maka tidak sedikit kita dapati orang yang mampu atau kaya, tidak mampu berkurban karena tidak mampu bersabar dalam mengeluarkan hartanya untuk berkurban.

Maka mari kita kuatkan kesabaran kita, jika ada kemampuan untuk berkurban, maka berkurbanlah di hari raya Idul Adha nanti.

Allah ta'ala berfirman, 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا

Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah kalian dan kuatkanlah kesabaran kalian.(QS Ali Imron 200)


#serialFiqihKurban

ORANG MADURA DI LAWAN

 Kisah orang Madura (Bangkalan) merantau di Jakarta. Dalam kejenuhan mencari pekerjaan,  akhirnya dia pun terpikir mencoba membuka sebuah klinik pengobatan, walaupun dia bukan dokter ataupun pernah kuliah di kedokteran. 


Supaya orang-orang mau berobat ke kliniknya, si Madura ini membuat iklan semenarik mungkin : 

*"Menyembuhkan segala macam penyakit. Ayo berobat kemari. Kalau sembuh cukup bayar 100 ribu, kalau tidak sembuh kami bayar anda 1 juta".*


Konon ada seorang dokter tak sengaja membaca iklan itu dan langsung ingin mencoba.


Si Madura : "Sakit apa sampeyan Pak..?"


Dokter Jawa : "Mulut hambar, kalau makan tak terasa apa- apa".


Si Madura : "Oh itu hilang perasa namanya, baiklah. Itu cukup diberi obat nomer 22 sebanyak 3 tetes di dalam mulut".


Dokter J : "Wah ! rasanya minyak rem ini, bukan obat...!"


Si Madura : "Nah, bapak sudah bisa merasakan lagi. Silahkan bayar 100 ribu".


Dokter J itu jengkel karena merasa dikerjain, selang seminggu kemudian dia datang lagi.


Si Madura : "Duh sampeyan lagi. Sakit apa lagi pak ?"


Dokter J : "Saya hilang ingatan".


Si Madura : "Baiklah, saya akan memberikan obat nomer 22 dan gunakan sebanyak 3 tetes saja dalam mulut".


Dokter J : "Wah ! gak mau, itu minyak rem yang kemarin kan...?"


Si Madura : "Wah, bapak sudah bisa mengingat lagi. Berarti sudah sembuh. Tolong bayar 100 ribu".


Dokter J tersebut makin jengkel karena merasa dikerjain lagi. Selang seminggu kemudian diapun datang lagi berniat balas dendam. Kali ini dia mau pura-pura sakit yang parah biar dokter gadungan itu tidak mampu menyembuhkan.


Si Madura : "Bo abo sampeyan lagi, sakit apa lagi bapak ini...?"


Dokter J : "Mata saya rabun tidak bisa melihat apa-apa dengan jelas".


Si Madura : "Mohon maaf Pak, kalau sakit seperti itu saya tidak bisa menyembuhkan. Ini silahkan ambil 1 juta (sambil menyerahkan 10 lembar uang dua ribuan)".


Dokter J : "Wah ! ini kan cuma duapuluh ribu rupiah ! ".


Si Madura : "Alhamdulillah, bapak sudah bisa melihat dengan jelas? Berarti bapak sudah sembuh. Silahkan bayar 100 ribu".


Orang Madura di lawan ... 


jangan lupa tersenyum... sebab senyuman anda menambah semangat untuk kesehatan kita bersama..

tetap semangat, jaga kesehatan kita..


CARILAH PASANGAN YANG BAIK-BAIK

 Ketika seorang pemuda baik-baik melamar seorang gadis, keluarga si gadis menolak karena pemuda itu miskin.


Ketika gadis itu dilamar oleh pemuda lain yang "kurang" baik, keluarga si gadis menerima karena pemuda itu kaya. Keluarganya mengatakan, "tidak apa-apa, besok juga dia akan mendapat hidayah...".


Pertanyaannya, bukankah Pemberi rezeki dan Pemberi hidayah itu sama? Kalau besok Dia akan memberi hidayah, berarti besok Dia juga akan memberi rezeki?! 


***


"Akan tiba saatnya harta benda tak lagi bernilai, kesuksesan tidak ada nilainya, jabatan tidak ada nilainya, yang tetap bernilai hanya cinta dan kasih sayang. Baik-baiklah memilih dan menerima pasangan hidup demi memasuki hari seperti ini." Terjemah ngasal 

Rabu, 07 Juli 2021

Bersholawat

 Pagi semua sahabat Islam rahmatan lil'alamin...


Kali ini saya ga mau bahas permasalahan yg lagi rame2nya, tapi ini cukup menarik, hihi


Kalian pasti sering mengikuti acara maulid, apalagi di bulan maulid, yg mana para pemuka agama berlomba2 mengadakannya sebagai pembuktian kecintaan pada sang Nabi


Seringkali kita dengarkan seruan tuk bersalawat kepada Nabi dari em seh, atau mubaligh di atas podium, begini biasanya seruannya

صلوا على النبى محمد

"solluu 'alannabi muhammad"

Yg artinyah "bersolawatlah kalian pada Nabi Muhammad"

Maka audienz menjawab dengan kalimat

صلوا عليه

"solluu 'alaih"

Terjadi kesalahan yg masif dengan jawaban kaliamat tersebut. Kalimat pertama di ucapkan oleh org yg menyeru, yg bunyinya "solluu 'alannabi muhammad" yg berarti kalimat perintah untuk audienz bersolawat kepada Nabi, maka kalimat yg di gunakan pun kalimat perintah, menggunakan fi'il amr, lafadznya solluu

صلوا

Yg berasal dari lafadz

صلى يصلى

wazannya 

فعل يفعل

fa'ala yufa'ilu

yg mana fi'il amrnya mengikuti wajan 

فعل

Fa'il

yaitu صل

solli

Kemudian di jamakkan dengan di tambahi waw domir jamak mukhotob, untuk menunjukan perintah pada org banyak, jadilah lafadz

صلوا

Yg artinya bersolawatlah kalian

Tapi audienz malah menjawabnya dengan kalimat perintah lagi, hihi


صلوا عليه

Bersolawatlah kalian kepadanya, hihi lucu


Seharusnya ketika di perintah maka yg di perintah mengerjakan apa yg di perintahkan, yaitu bersolawat kepada Nabi dgn lafadz

صلى عليه

solla 'alaih, "muga2 Allah bersalawat(merahmati)nya, atau dengan lafadz

صلى الله عليه

sollallahu 'alaih, "muga2 Allah merahmatinya"


Bukan malah memerintah lagi dgn seruan sollu 'alaih, tapi seharusnya menggunakan fi'il madhi seperti yg saya jelaskan di atas yg bunyinya solla

صلى

#wallahu a'lam...

Selasa, 06 Juli 2021

KETIKA KEMATIAN MEMINANGKU


Lamat-lamat waktu..

Memburuku dengan beribu peluru.

Menghujam batas kefanaan duniawi semu.

Denting jam berdetak dan terus berlalu.


Tak ada yang mampu..

Menghentikan waktu.

Dia tidak akan sudi menungguku.

Tidak perduli seberapa tangguhnya aku.


Aku, akan dicampakkannya.

Merana dalam angan yang hampa.

Tersesat akan kenikmatan semu.

Dunia telah menenggelamkan hidupku.


Tuhan kapan Malaikat maut Mu..

Datang menjemputku.

Beritahu aku, bila masanya akan tiba.

Ingin aku memohon ampun atas segala dosa.


Bersimpuh..diatas sajadahku.

Yang telah lama aku lupa.


Maafkan aku Tuhan.

Yang lebih mencintai ciptaan Mu.

Lupa akan semua nikmat yang Engkau berikan.

Ketika kematian meminangku.

Tuhan, akankah Engkau menerima taubatku.

🍁🍁🍁

JENDELA KACA

 Apa yang kamu lihat dari jendela kaca?

Pekarangan rumah tetangga yang kotor, padahal tetanggamu seorang yang menjaga kebersihan

Atau mungkin jendela kacamu yang tidak pernah kamu bersihkan, sehingga terlihat kotor semua objek penglihatan

Bukan saja mutlak perkiraan buruk tentang orang lain itu keburukan pada orang tersebut

Bisa saja karna hatimu yang kotor, sehingga siapapun yang kamu lihat semuanya buruk dan menjadi gugur semua kebaikan.