Karena Kaya Dia Menangis
Dari Ibrahim bin ‘Abdurrahman bin ‘Auf, ia bercerita,
“Suatu ketika ‘Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu ‘anhu pernah dihidangkan makanan kepadanya, sedangkan ketika itu dia sedang berpuasa.
‘Abdurrahman bin Auf pun kemudian berkata,
“Mush’ab bin ‘Umair telah terbuduh, sedangkan ia adalah orang yang lebih baik dariku. Ia dikafani dengan sebuah selimut yang terbuat dari bulu. Jika kepalanya ditutup, maka kakinya terbuka. Jika kakinya ditutup, maka kepalanya terbuka. Hamzah pun telah terbunuh, sedangkan dia adalah orang yang lebih baik dariku. Kemudian dunia pun dibentangkan bagi kami (diberikan kekayaan yang banyak).”
Atau ia berkata,
“Kami diberikan dunia yang banyak. Dan sungguh kami khawatir kalau-kalau kebaikan kami telas mendapatkan balasan berupa kekayaan ini.”
Kemudian hal itu menjadikannya menangis dan iapun meninggalkan makanan tersebut.”
أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ – رضى الله عنه – أُتِىَ بِطَعَامٍ وَكَانَ صَائِمًا فَقَالَ قُتِلَ مُصْعَبُ بْنُ عُمَيْرٍ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، كُفِّنَ فِى بُرْدَةٍ ، إِنْ غُطِّىَ رَأْسُهُ بَدَتْ رِجْلاَهُ ، وَإِنْ غُطِّىَ رِجْلاَهُ بَدَا رَأْسُهُ – وَأُرَاهُ قَالَ – وَقُتِلَ حَمْزَةُ وَهُوَ خَيْرٌ مِنِّى ، ثُمَّ بُسِطَ لَنَا مِنَ الدُّنْيَا مَا بُسِطَ – أَوْ قَالَ أُعْطِينَا مِنَ الدُّنْيَا مَا أُعْطِينَا – وَقَدْ خَشِينَا أَنْ تَكُونَ حَسَنَاتُنَا عُجِّلَتْ لَنَا ، ثُمَّ جَعَلَ يَبْكِى حَتَّى تَرَكَ الطَّعَامَ
📗 HR. Bukhari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar